Prinsip Fluid Therapy

Fungsi fluid therapy ada 3, yaitu :

  1. Resuscitation
  2. Maintenance cairan tubuh
  3. Nutrition

Faktor-faktor yang penting dalam fluid management :

  • Waktu replacement
  • Tipe dan volume cairan
  • Point akhir resusitasi
  • Efek samping yang mungkin timbul

Fluid therapy dilakukan pada :

  • Oliguria/ menjelang renal failure
  • Hipotensi, shock
  • Lactic acidemia
  • Cardiac output rendah, under filling

Volume replacement diberikan pada :

  • hipovolemia
  • shock
  • burns
  • hipoalbuminemia
  • pembedahan
  • trauma
  • cardio-pulmonary bay pass
  • ARDS – ALI
  • acute liver failure
  • stroke
  • pancreatitis

Indikasi untuk volume replacement :

  • Blood pressure
  • PAOP (pulmonary artery occlusion pressure)
  • pengalaman klinik
  • CVP (central venous pressure)

Goals volume resuscitation adalah kembalinya fungsi perfusi organ, volume sirkulasi darah normal, eritrosit darah normal. Jika pemberiannya terlalu sedikit, maka dapat menyebabkan hipoperfusi dan kematian jaringan. Jika terlalu banyak, dapat menginduksi pendarahan yang semakin banyak dan dapat menyebabkan hemodilusi akut.

Untuk resuscitation, dapat digunakan kristaloid ratio 3-6 : 1 (contoh Ringer laktat/asetat/NaCl 0,9%) dan koloid ratio 1:1. Dan jika Hb < 8 gr% (20-24%), maka dilakukan transfusi darah. Sekarang ini yang dipakai adalah Hb< 6 gr%, tapi harus dilihat umurnya, riwayat penyakitnya, dll.

Untuk maintenance harus ada glukosa (kalori), sedangkan untuk resuscitasi harus ada elektrolit.

Kristaloid dapat bertahan 20-30 menit di IV, lalu masuk ke interstitial lewat celah kapiler. Hanya 20% kristaloid yang menetap di IV. Jika terlalu banyak di interstitial, dapat terjadi oedem paru, oedem conjunctiva/palpebra. Jadi jika mengguyur pasien dengan kristaloid, harus dipastikan bahwa cairan dapat keluar lewat urine, dengan menghitung “Mean arterial pressure”.

Mean arterial pressure = (sistole + diastole + 2) / 3

Jika mean arterial pressure < 65, maka tidak akan keluar urine.

 

 

About these ads

Posted on November 18, 2010, in Anestesi and tagged , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: