Obat IV Anestesi

Obat IV anestesi antara lain :  Thiopental (Pentothal), Ketamin (Phencyclidine), Propofol (Isopropylphenol), dan Etomidate (Carboxylate imidazole)

1) Thiopental (Pentothal)

  • Barbiturate : ultra-short-acting-barbiturate
  • Kerja cepat, induksi nyaman (30-40menit)
  • Dapat mencapai semua stage anestesi
  • Tapi dapat mengakibatkan depresi cardiovaskular yang serius  

  • Keuntungan :
    • kerja cepat
    • no secretion
    • non explosive
  • Kerugian :
    • respiratory and CV depression
    • little analgesia
    • poor muscle relaxation
    • increase laryngospasm
    • dapat mengigil (shiverring)
  • Kontra indikasi :
    • status asmaticus
    • latent/manifest porphyria

2) Ketamin (Phencyclidine)

  • Induksi cepat dengan analgesia dalam
  • Dissosiative anesthesia
  • Keuntungan :
    • tidak mengiritasi vena dan jaringan
    • induksi cepat dan analgesia dalam
    • patent airway (tanpa intubasi)
    • bronchodilator
  • Kerugian :
    • HR, BP, IOR meningkat
    • halusinasi dan bingung dengan mimpi yang tidak nyaman
    • katalepsy, diplopia, eye movement, nystagmus
    • psycological effect : addiction
  • Kontra indikasi :
    • intraocular surgery
    • ICP meningkat
    • CVA (cerebral hemorrhage)
    • hipertensi
    • psychiatric problem

3) Propofol (Isopropylphenol)

  • Induksi cepat, analgesia smooth
  • Anticonvulsan
  • Dapat terjadi eksitasi, batuk, dan hiccup (cegukan)
  • Melemahkan reflek laryng, baik untuk laryngeal mask insertion
  • Keuntungan :
    • baik untuk sedasi dan induksi
    • pemulihan cepat
    • menurunkan insiden PONV
    • efek anti-oksidan
  • Kerugian :
    • sakit pada saat disuntik
    • mahal dan bakteri dapat mudah tumbuh
    • reaksi alergi
  • Kontra indikasi :
    • hipersensitifitas propofol
    • cardiac disease dengan ventricular dysfunction

4) Etomidate (Carboxylate imidazole)

  • Smooth dan rapid unconsciousness
  • Awakening in 5-15 detik
  • Seperti pentothal, menurunkan ICP tapi hemodinamika masih stabil
  • Tidak sakit saat disuntik
  • Keuntungan :
    • sedikit memperngaruhi hemodinamika
    • sedikit perubahan pada HR, SV, dan CO
    • less grogginess
    • no histamin release
  • Kerugian :
    • tidak untuk analgesik
    • dapat mengakibatkan myoclonic movement
    • adrenocortical supression
    • post operative nausea n vomitting
  • Kontra indikasi :
    • hipersensitif terhadap etomidate
    • bayi baru lahir sampai 6 bulan
    • phophyria
 

Effect Pain on injection Analgesia Resp. BP ICP PONV
Pentothal No + ↓↓↓ ↓↓ ↓↓↓ +
Ketamin No +++ +
Propofol Pain + ↓↓ ↓↓ ↓↓
Etomidate Pain ↓↓ ++

 

Kesimpulan :
Pentothal –> baik untuk pasien increase ICP
Ketamin –> baik untuk pasien asma
Propofol –> baik untuk kenyamanan pasien, dengan tanpa PONV
Etomidate –> baik untuk pasien unstable cardiac disease,
–> pilihan terbaik untuk pasien traumatic (dengan peningkatan ICP dan hemodinamic unstability),
–> baik untuk RSI (rapid sequence intubation) dengan ED

Posted on November 17, 2010, in Anestesi, Farmakologi and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: