Pain Management (Part 2)

I. Nyeri akut :

Mekanisme nyeri akut :

  1. Tranduksi : proses suatu rangsang nyeri (noxious stimuli) diubah menjadi aktivitas listrik pada ujung saraf sensoris.
  2. Transmisi : proses perambatan suatu impuls nyeri melalui serabut saraf sensoris.
  3. Modulasi : interaksi antara sistem analgesik endogen (endogen opioid, seretonergik, dan noradrenergik) dengan input nyeri yang masuk ke cornu posterior.
  4. Persepsi : hasil akhir dari proses 1-3, menghasilkan persepsi nyeri yang amat subyektif.

Prototype nyeri akut adalah nyeri pasca bedah. Pembedahan menimbulkan efek bifasik pada tubuh, yaitu selama pembedahan terjadi trauma jaringan yang menghasilkan sejumlah input nosiseptif dan setelah pembedahan terjadi respon inflamasi yang memberikan input noksius. Keduanya menimbulkan nyeri.

Prinsip pengelolaan nyeri pasca bedah adalah mencegah atau meminimalisasi terjadinya sensitasi perifer dan sensitasi sentral. Sensitasi perifer dapat ditekan dengan anestesi lokal dan NSAIDs (COX1 atau COX2), contohnya ibuprofen, mefenoit acid. Sensitasi sentral dapat ditekan dengan opioid (morfin, petidin, fentanil) dan tramadol.

Dapat dilakukan kombinasi dari keduanya (balanced analgesia) : NSAID + opioid, sehingga dosis masing-masing obat jadi berkurang, efek samping berkurang, sedasi berkurang, dan mengurangi mual dan muntah.

Fentanil mengubah ambang rangsang nyeri dan persepsi nyeri, sehingga nyeri tidak dirasakan. Toradol (NSAID) menghambat proses transduksi.

II. Nyeri Kronik :

Adalah nyeri yang terjadi setelah penyembuhan usai, disebabkan oleh adanya cedera/kerusakan saraf. Contohnya :

  • Phantom pain : pada amputasi
  • Herpes Zooster/Herpetic neuralgia
  • Trigeminal neuralgia
  • Neuropathic pain

Untuk mengatasi Phantom pain, digunakan anestesi blok/epidural, seperti otak dibuat untuk tidak menyadari. Nyeri neuropathic tidak dapat diatasi dengan obat analgesik biasa (NSAIDs) karena tidak ada proses nosisepsi. Obat yang biasa digunakan adalah antidepresan, antikonvulsan, dan blok saraf dengan anestesi lokal. Contoh antidepresan : karbamazepin, GABA-pentin.

III. Nyeri Kanker :

Adalah nyeri yang dirasakan oleh penderita kanker. Merupakan suatu masalah yang sangat kompleks yang merupakan akumulasi dari berbagai faktor keseluruhannya disebut sebagai nyeri total.

Tanpa pengelolaan nyeri yang adekuat, penderita kanker akan mengalami :

  • tidak bisa tidur
  • tidak bisa makan
  • tidak bisa berkonsentrasi
  • tidak bisa kemana-mana
  • depresi
  • bunuh diri

Penyebab nyeri kanker :

  • Akibat langsung dari kankernya sendiri : penyebaran ke jarinagn sekitar, metastasis ke organ visceral dan tulang, penekanan saraf, peningkatan tekanan intrakranial
  • Akibat terapi kanker : pasca pembedahan, pasca kemoterapi, pasca radioterapi
  • Nyeri yang tidak ada hubungannya dengan kanker : debilitas, nyeri myofasial, osteoporosis, herpes zooster.

 

 

Posted on November 17, 2010, in Anestesi and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 1 Comment.

  1. TQ infonya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: