Airway Management

Penanganan pertama, lihat (inpeksi) apakah pasien bernafas atau tidak. Jika tidak bernafas maka dilakukan RJP (Resusitasi Jantung Paru). Jika pasien bernafas, nilailah pernafasan pasien, apakah adekuat atau tidak.

Pernafasan yang tidak adekuat dapat dilihat dari adanya takipnoe/bradipnoe, simetris atau tidaknya pergerakan dinding dada (palpasi), cyanosis, gasping, retraksi, hiperventilasi dan hipoventilasi. Hiperventilasi dapat ditemukan pada orang-orang dengan acidosis metabolik, acidosis resporatoar, dll. Pada orang yang acidosis, maka CO2 nya tinggi, pH asam, dan HCO3 rendah. Sehingga untuk mengatasinya maka tubuh pasien berusaha mengeluarkan kelebihan CO2, yaitu dengan hiperventilasi.

Setelah itu lakukan pemeriksaan auskultasi, lihat apakah ada ronchi, wheezing, snoring. Jika ada snoring, maka terdapat obstuksi parsial dari saluran nafas. Cara penanganannya yaitu dengan membebaskan jalan nafas, miringkan badan pasien.

Jika pasien masih snoring, periksa saturasi O2 (SaO2) dengan oksimeter.

  • SaO2 =  jumlah konsenstrasi O2 yang terikat di Hb atau oksihemoglobin. (Normalnya 95-100%)
  • PaO2 = jumlah O2 di darah (arteti).
  • FiO2 = (Fraction Inspired of O2) yaitu konsentrasi O2 yang diberikan.

Untuk melihat baik tidaknya pernafasan pasien, dilihat dari oxygen ratio ini.

Oxygenation ratio = PaO2/FiO2

Kriteria Oxygen ratio :

  • 4-5 = normal
  • 2-3,9 = acute respiratory distress (mild-moderate)
  • <2 = respiratory failure (severe)

Penanganan :

Jika SaO2 dan Oxygen ratio pasien jelek, maka dapat diberikan alat bantu nafas. Macam-macamnya antara lain :

  • Nasal canule :
    • Setiap kenaikan 1 Liter flow yang diberikan dengan nasal canule, FiO2 nya naik 4%. Maksimal FiO2 yang dapat diberikan dengan nasal canule adalah 44% (flow 5-6 Liter).
    • Contoh :
    • 1 Lt nasal canule = 20%+4% = 24% (20% dari FiO2 room air standard).
    • 2 Lt nasal canule = 28%
  • Face mask :
    • Setiap kenaikan 1 Liter flow yang diberikan dengan face mask, FiO2 nya naik 10%.
  • Ventilator

Posted on December 2, 2010, in Anestesi and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: