Urtikaria (Part 3)

Sebelumnya di Urtikaria (Part 2)


VI. Gejala Klinis :

Biasanya pasien mengeluh gatal, rasa terbakar, atau tertusuk. Secara klinisnya tampak eritema dan edema setempat berbatas tegas, kadang-kadang bagian tengahnya tampak lebih pucat. Bentuknya dapat popular seperti pada urtikaria akibat gigitan serangga, besarnya dapat lentikular, numular, sampai plakat.

Bila urtikaria mengenai jaringan yang lebih dalam sampai ke dermis dan jaringan submukosa atau subkutan, dan juga beberapa alat dalam misalnya saluran cerna dan saluran nafas, maka disebut angioedema. Angioedema biasanya terjadi di muka, disertai sesak nafas, serak dan rhinitis.

Pada urtikaria karena goresan benda tumpul, dermografisme berupa edema dan eritema yang linear di kulit yang terkena goresan akan timbul dalam waktu kurang lebih 30 menit. Pada urtikaria akibat tekanan, urtika timbul pada tempat yang tertekan, misalnya di sekitar pinggang.

Urtikaria akibat penyinaran biasanya pada gelombang 285-320 nm dan 400-500 nm, timbulnya setelah 18-72 jam penyinaran. Klinisnya berbentuk urtikaria popular. Kira-kira 7-17% urtikaria kronik disebabkan oleh faktor fisik, contohnya : dingin, panas, tekanan, dan penyinaran. Umumnya terjadi pada dewasa muda, episodenya singkat dan biasanya kurang baik responnya terhadap terapi kortikosteroid.

Urtikaria kolinergik dapat timbul jika suhu tubuh meningkat, pengaruh emosi, makanan yang merangsang, dan pekerjaan berat. Biasanya sangat gatal. Urtikaria bervariasi dari beberapa mm sampai numular dan konfluen membentuk plakat. Jika urtikarianya berat, sering disertai dengan gangguan sistemik seperti nyeri perut, diare, muntah-muntah dan nyeri kepala. Biasanya urtikaria berat ini dijumpai pada usia 15-25 tahun. Urtikaria yang timbul karena obat atau makanan, pada umumnya timbul secara akut dan generalisata.

 

VII. Diagnosis Penunjang :

Diagnosis urtikaria dapat mudah ditegakkan melalui anamnesis yang teliti dan pemeriksaan klinis. Tapi dapat dilakukan beberapa pemeriksaan untuk membuktikan penyebabnya.

  1. Pemeriksaan darah, urine dan faeces rutin : untuk menilai ada tidaknay infeksi yang tersembunyi atau kelainan pada organ dalam. Cryoglobulin dan cold hemolysin perlu diperiksa pada dugaan urtikaria dingin.
  2. Pemeriksaan gigi, telinga-hidung-tengggorok, serta usapan vagina : untuk menyingkirkan adanya infeksi fokal.
  3. Pemeriksaan kadar IgE, eosinofil dan komplemen.
  4. Tes kulit : untuk membantu diagnosis. Uji gores (scratch test), uji tusuk (prick test) dan tes intradermal dapat digunakan untuk mencari allergen inhalan, maknan, dermatofit dan candida.
  5. Tes eliminasi makanan : dengan cara menghentikan semua makanan yang dicurigai untuk beberapa waktu, lalu mencobanya kembali satu demi satu.
  6. Pemeriksaan histopatologik : pemeriksaan ini tidak selalu diperlukan, tapi dapat membantu diagnose. Biasanya terdapat kelainan berupa pelebaran kapiler di papila dermis, geligi epidermis mendatar dan serat kolagen membengkak. Pada tingkat permulaan tidak tampak infiltrasi selular, sedangkan pada tingkat lanjut terdapat infiltrasi leukosit, terutama di sekitar pembuluh darah.
  7. Tes foto tempel : dilakukan pada urtikaria fisik akibat sinar.
  8. Suntikan mecholyl intradermal : digunakan pada diagnosis urtikaria kolinergik.
  9. Tes dengan es (ice tube test).
  10. Tes dengan air hangat.

VIII. Diagnosis dan Diagnosis Banding :

Urtikaria kronik harus dibedakan dengan purpura anafilaktoid, pitiriasis rosea berbentuk popular, dan urtikaria pigmentosa.

Selanjutnya di Urtikaria (Part 4)

 

Posted on December 19, 2010, in Kulit Kelamin, Referat and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: