Sistem Renin Angiotensin

Renin adalah enzim dengan protein kecil yang disiapkan oleh ginjal bila tekanan  dalam arteri turun. Renin memiliki berat molekul 50000 dalton. Renin disimpan dalam bentuk inaktif yaitu prorenin dalam sel jukstaglomerular, sel ini merupakan modifikasi dari sel otot polos yang terletak di arteriol afferent di proksimal glomerulus.

Bila tekanan arteri turun akan terjadi reaksi  instrinsik dalam ginjal yang menyebabkan banyak molekul protein sel  jukstaglomerular terurai dan lepaskan rennin ke aliran darah dan sirkulasi tubuh.

Angiotensin II menetap dalam darah hanya dalam beberapa menit 1-2 menit saja, karena angiotensin II akan diinaktivasi oleh berbagai enzim darah dan jaringan yang disebut angiotensinase.

Angiotensin memiliki efek :

  • Vasokonstriksi arteriol sehingga meningkatkan tekanan pembuluh darah perifer, selain itu berefek juga pada vena sebagai vasokonstriksi lemah dimana ini akan meningkatkan venous return sehingga tekanan darah dapat meningkat.
  • Penurunan ekskresi ginjal dan air dengan cara :
    • Bekerja langsung pada ginjal untiuk retensi garam dan air. Ini dengan cara vasokonstriksi pada ginjal sehingga menurunkan renal blood flow.
    • Menyebabkan kelenjar adrenal mensekresi aldosteron, yang aldosteron akan meningkatkan reabsorbsi garam dan air lewat tubulus ginjal, sehingga terjadi peningkatan jumlah natrium cairan ekstraselular dan mengakibatkan peningkataan tekanan arteri.

Posted on March 6, 2011, in Renal and tagged , , , . Bookmark the permalink. 1 Comment.

  1. Trims….
    sgt membantu ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: